Polda Jatim Gagalkan Penyelundupan Benur Senilai Rp 6,3 Miliar

Jatim – Ditpolair Polda Jatim berhasil menggagalkan penyelundupan 31.847 ekor benur atau benih udang jenis mutiara dan pasir ke luar negeri. Alhasil dari ribuan benur yang diamankan ini, total estimasi dari barang bukti yang diamankan ini senilai Rp 6,3 miliar.

“Hasil ungkap Ditpolair tentang kasus benur ini merupakan prioritas dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Kalau dijual, ribuan benur ini seharga Rp 6,3 miliar,” kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, Senin (7/5) di Ditpolair.

Barung menjelaskan, dari hasil ungkap ini petugas jajaran Ditpolair mengamankan empat tersangka berinisial FS, S, FF dan M. Benur ini, lanjut Barung, merupakan pendalaman dan hasil ungkap Ditpolair di wilayah Jatim, yakni di Banyuwangi, Jember dan Pacitan.

“Dari tiga wilayah di Jatim itu, benur yang berhasil diamankan sebanyak 31.847 ekor. Kepolisian terus mendukung prioritas Pemerintah, terutama masalah penyelundupan benur ke luar negeri,” jelas Barung.

Kasubdit Gakkum Ditpolair Polda Jatim, AKBP Darman menambahkan, benih udang ini biasanya pangsa pasarnya di Singapura dan Vietnam. Terlebih musim-musim sekarang, Darman mengaku saat ini merupakan musim penghasil benur. “Penghasil utama benih udang atau benur ini berasal dari daerah pantai laut selatan,” tegasnya.

Sebelum melakukan penangkapan di TKP (Tempat Kejadian Perkara) rumah kos Jl Kupang Panjaan, Surabaya. Lanjut Darman, pengungkapan kasus ini berawal dari penyelidikan yang dilakukan di perairan Banyuwangi dan sekiratnya. Disana penyelidik mendapat informasi bahwa akan ada perdagangan benih udang (benur) dalam jumlah besar.

Selama dua minggu, Darman bersama tim penyelidik melakukan pendalaman terhadap pengepul yang lebih besar. Pendalaman penyelidikan ini sampailah pada daerah Pacitan, dan terus dilakukan pembuntutan terhadap pelaku. Selanjutnya tim membuntuti kendaraan yang digunakan untuk mengangkut benih udang atau benur tersebut ke arah Surabaya.

“Setelah kami ikutin kendaraan pengangkut benur ini, kemudian kita kumpulkan semua benur-benur yang dibawa ke Surabaya (pengepul besar). Sistem pengirimannya melalui paket udara, atau paket dalam bentuk tas atau koper,” tegasnya.

Adapun barang bukti yang diamankan diantaranya adalah satu unit kendaraan Grand Livina Nopol P 1136 X, 31.847 ekor benih udang jenis mutiara dan pasir, satu unit tabung oksigen, lima buah jerigen, dua buah pompa udara, satu gulung selang bening, satu dus kantong plastik bening dan satu buah kabel step kontak warna.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dipersangkakan Pasal 92 Jo Pasal 100 UU No 45 Tahun 2009 tentang perubahan atas UU N 31 Tahun 2004 tentang Perikanan Jo Pasal 55 ayat ke-1 KUHP, dengan ancaman hukuman pidana 8 tahun penjara dan denda Rp 1,5 miliar. ( Yok/Ning )